adakah dengan menghadiri usrah setiap minggu,
menonton video dari speaker islamic yg mantap saban hari,
dan membaca kitab agama yg tebal
then sharing sikit2 through status fb,
and karang2 sikit di laman blog,
sudah membuatkan iman kita tebal dan kebal?
cukup ke untuk kita declare to the world (or even to our ownselves)
ho yeay, saya sudah faham islam!
terpanggil untuk berkongsi tentang satu pengisian yg saya dapat di Sheffield sewaktu mula-mula sampai di UK.
Understanding Islam requires 2 things:
-formal education
-stimulation
Apa yang saya faham from the sharing is,
to understand Islam,we firstly need to be educated formally atau istilah mudahnya disuap ilmu through lecture, usrah, reading books, watching videos, or many other methods that are available nowadays. Because ini akan equip kita dengan clear pictures on what Islam is all about, who Allah is to us and what He wants from us. Clear pictures without having to read between the lines, most of the times. (Kalau tak berapa nak clear picture, sila lah tanya pada yang pakar sampai picture itu clear, okay :D )
And the process wouldn't stop there. This is when we should read between the lines. It's called as stimulation, folks!
Allah akan bagi stimulation itu.
Kerja kita adalah utk melepasi stimulation itu.
Kadang2, stimulation-stimulation ni Allah akan bagi sangat obvious,
but kadang2 agak implicit juga, sampai kita tak sedar kita sedang diuji.
But sadly enough, bila dah obvious pun, banyak kali juga kita tersungkur.
Do men think that they will be left alone on saying, "We believe", and that they will not be tested? (Al-Ankabut 29:2)
Hanya dengan melepasi chekpoint stimulation atau ujian, baru lah kita boleh melepasi satu station in understanding Islam.
Melepasi satu station untuk ke station-station seterusnya yang sesungguhnya endless utk dikira jari. Yup, mmg endless.
Melepasi ujian ini menandakan ilmu yang dipelajari kini sudah mampu diamal.
Sbg contoh, belajar tentang menahan amarah hanya menjadi amal bilamana saya mampu menahan marah bila ada yang mencabar sabar saya. Selagimana tiada yang mencabar kemarahan saya, saya belum layak untuk mengatakan saya mampu menahan marah, biarpun sepanjang masa saya tampak tenang. pendek kata, ujian yg Allah bagi kasi chance utk kita tunjuk skills. hehs :D
So, adanya formal education tapi gagal dalam stimulation is like "banyak ilmu, tp tak beramal" while going through stimulation without the formal education is likely to make us failed in the stimulation, or if we do passed, we might fail to see the right silver lining (hikmah).
Lastly, nak share lah apa yg saya pernah dengar from Dr Muhaya through ikim.fm.
tahu itu dengan ilmu
mahu itu dengan iman
mampu itu dengan disiplinso, everyone, kita semua mampu! :) Moga Allah bantu.














left:photographer of the year


