![]() |
| Degil |
Jealous dengan orang yang degil.
Aku cemburu dengan orang yang degil, dunia suruh mcm ni, dia tetap "Argh, this is NOT how I roll. This is not how Allah ask me to roll".
Dari jauh, ada rasa cemburu lah. Ada cemburu pada itu sifat degil. Degil pada tempatnya.
************************************************************************************************************
Sejak cuti haritu sebenarnya lagu "All of Me" by John Legend asyik menyentuh hati ni.
Bait lagu part
My worst distraction, my rhythm and bluesdan
My head's under water. But I'm breathing fine.
My favourite parts.
Which render me thinking.
Benda atau yang kita sayang.
Thats our rhytm, buah hati payung, whatever.
Yang itulah juga yang jadi blues atau benda yang menyedihkan kita.
Mana lagi sedih, kawan mengumpat kita ke musuh mengumpat kita?
In essence, The one which matters to us most affects us the most.
For that same reason,
Benda yang kita paling sayang mampu jadi worst distraction kita.
What is distraction?
Distraction as in Oxford Dictionary: A thing that prevents someone from concentrating on something else.
In our life context, an object or person or anything per se, could be a non-sinful thing, but can still turn up as a distraction. And this is when those things are not given its due right. Yup, DUE RIGHT. Yakni bilamana dia buat kita lupa ataupun mungkin tak lupa, tapi berlengah-lengah daripada cuba mencapai tujuan hidup kita sebagai hamba Allah dan khalifah yang menegakkan kalimah tauhid kat muka bumi ni.
Setiap orang ada benda yang appealing to him or her. Benda yang diminati atau dekat di hati. Benda atau orang atau perkaraa tulah yang buat selalu buat kita rasa happy. Tapi kita kena selalu reflect dan fikir apa tujuan sebenar kita diciptakan. Kalau benda tu benar-benar dah jadi distraction, we may somehow need to say goodbye to it. Sometimes, what we need is moderation when too much attention is what making that something a distraction.
DIstraction ni boleh jadi orang yang kita sangat sayang yang buat kita jauh daripada Allah, hobi yang kita minat yang buat kita terleka daripada ingat Allah or benda yang kita rasa kita suka tapi Allah x berapa nak redha (kita kan memang suka guna perkataan xberapa kan? macam lah itu mengurangkan intensiti realiti), atau mungkin ego diri yang tinggi atau suka rebel yang membuatkan kita susah nak ikut tarikan ke arah kebaikan itu sendiri. Atau mungkin sifat takut-takut yang kata "siapalah aku untuk jadi sehebat itu?" (bunyi macam baik tapi merendah diri pun ada tempatnya. Give its due right! Jangan sampai perasaan tu halang kemampuan atau peluang yang Allah bagi kat kita.)
Benda ni sangat subjektif.
Kadang-kadang sampai aku tersenyum sinis sorang bila fikir macam mana ada banyak sangat benda yang aku sayang rupa-rupanya adalah suatu distraction.
Mungkin dah tiba masanya untuk berani mengaku sesuatu yang kita sayang tu adalah distraction. To say it our loud to our innermost soul, and start thinking what those distractions' due rights are.
We need to know how Allah loves us so much.
And to know that we can actually say "O Allah, I realize this is my worst distraction and I'm leaving it just for you. O Lord, I know I can ask for all this back when I return to your Jannah later. Can't I?"
Don't you dare saying "This, I know is my worst distraction, my rhythm and blue. With it, my head is in the water but hey, I'm breathing fine". (Suka hati ubah lirik) My point is, jangan nak breathing fine sangat lah walhal kita sedang lemas.
Benda ni tiada siapa paksa.
Antara kita dengan Allah.
Antara kita dengan diri sendiri.
Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Islam.(A-li'Imraan 3:102)

No comments:
Post a Comment
Comment