Pages

Thursday, April 18, 2013

Bila mata bertemu mata. mata student dan mata patient. hee

Alhamdulillah.
Emm..Thinking of sharing what I had today.



So today, alhamdulillah I get to pay my first visit to my second patient. A sweet, demure patient I would say. A local. 


My days begin early lately. Coz subuh prayer starts at around four. *gasp. yeah. it will get earlier and earlier as day passes during this spring.

and unlike Malaysia, the prayer times change a lot throughout the year. The good things about this are, we care more about prayer times and undeniably we tend to plan our days according to solat time. Allahuakbar. 

I (mostly) don't allow myself to stay up late at night anymore (hang stay up ka sebelum ni Miss? hewhew). Right after isya', it's bed time, people! Kalau tak, takut tak terbangun subuh. So that's one example how prayer times help us to plan our day. And also, this makes us alert and flexible.


So, by the time my taxi reach my patient's house, Ms J was already waiting for me at the door with smiling face. "This is a good sign!" I told myself. Indeed, she's really a sweet person. She offered me tea (the courtesy of a host, of course), and was friendly all the way. 


She keeps telling me about her family and how she loves them. She tells me that a family is not about restricting the members but about letting everyone living their own lives as freely yet knowing that somebody is there for us when we have problem. 


She favours the moment when her grandchildren called to tell their problem, 

she seemed to like the fact that her son needs her to decorate his house. 
She's in her 70s. She has a soft hearted person. This allows to me to reflect how the elderlies feel. I mean, I have my grandmothers in Malaysia. And I'm sure that they as human beings would also love the feeling of being needed. I don't like feeling useless. You don't like feeling useless as well, do you? So another way of making the elderlies happy is to show how we still need them. Now, this is making me homesick.....I miss my Wan Kerdau and Wan Rompin (my family names our wan according to the hometown location ;) )

I can still remember the moment when I ask my patient's age. When she says "I'm 78. I'll be 79 next week. Oh, I can't believe it. I'm almost 80". I love to see every expression on her face as she told me about her life, dari dia muda sampai tua. Life goes on very swift. That very person in front of me used to be a baby, that person used to be in her 20s, 30s, and so on. I mean, if she thinks that her 80 years of living passes-by very quickly, I feel even quicker with my brief 20 years. Time flies. 


Imam Al-Ghazali sendiri pernah kata perkara yang paling jauh daripada manusia adalah masa yang berlalu. 


Arr. tapi kita (rephrase lah jadi aku) selalu je tak sabar masa berlalu. Ish tak sabar nak tunggu weekend lah, tak sabar nak tunggu summer lah. Selalu je nak terbang meninggalkan masa. sedangkan masa yang berlalu tu lah yang mungkin aku kebulurkan kat akhirat nanti. waa. T T 


But anyway, banyak je nak tulis sebenarnya tapi masa tak mengizinkan. Harapnya adalah something yang bermanfaat kat sini. Nak ajak sesiapa yang baca ni supaya jadi orang yang reflective for everything that happen in our lives. 


so tak ada bnda yang berlaku secara sia-sia. pasti ada tarbiyah di situ.

Never regret, but reflect (bak kata housemateku)
Akhir kata, doakan diri ini kuat dan mati dalam Iman.
Firman Allah dalam Surah Ali-Imran

3:191
Sahih International
Who remember Allah while standing or sitting or [lying] on their sides and give thought to the creation of the heavens and the earth, [saying], "Our Lord, You did not create this aimlessly; exalted are You [above such a thing]; then protect us from the punishment of the Fire.


Tak nak jadi munafik

Waa scary. Saya paling takut dgn ciri munafik. Setiap kali dgr pasl ciri orang munafik, terasa sangat. Ciri-ciri orang munafik ni from what I heard from Nouman Ali Khan is one of the diseases of the heart. And like any other disease, suppose we detect it through knowing the symptoms first right? So, Untuk symptoms hypermunafiqrosis anda boleh google. Hehs. But all I know is, sangat bahaya la kalau kita dgn yakin rasa kita bukan munafik. Dan tak guna juga kalau rasa diri munafik tp tak buat apa-apa. Two equally dangerous problems. I remember something mentioned by Kak Ainol during Spring Camp, might not be exactly like this so just take that I added in my view(feel free to oppose hence):

Muslim ni kadang2 mcm bipolar pun ada. Dalam hati kena ada fear and hope. Hati yang berbunga2 rasa ada peluang masuk syurga dan hati yang takut sangat digolongkan jadi penghuni neraka.

Both of hope and fear are vital! This is important so that we do not become an arrogant person who thinks too good of him/herself nor a helpless person who in the end lose the spirit to do amal or good deeds. So bipolar yuk!

Yakinkan hatimu!



Monday, April 15, 2013

Ayuh get moving!

Ada perdagangan yang tak rugi.. Grab the chance! Nothing to be afraid of..

belajar daripada Alam Illahi

bismillahirrahmanirrahim..

waa. It's spring now. Allah je yang tahu betapa hati berbunga-bunga melihat sinar terang matahari.

 Alam..... Teringat pula tafsir surah As-Syams di Spring Camp UK baru-baru ni. 
Pemandangan sunrise di Uttoxeter semasa Spring Camp (30/3/2013)

Surah yang di awalnya Allah bersumpah dengan matahari, bulan, siang, malam, langit dan bumi. Semua itu komponen alam yang boleh dinikmati oleh semua orang. 
Yup semua orang boleh nikmati, saya kat UK boleh tgk matahari, mak saya kat Malaysia pon boleh tgk matahari (ohoii. saya homesick T T. maaaa- okay ini random)

Semua orang tahu apa itu matahari dan bulan. 
Semua orang tahu apa itu siang dan malam. 
Dan semua orang sedar bumi tempat kita berpijak serta langit bumbung alam yang menaungi.
kemudian Allah bersumpah pula dengan jiwa.
Allah nyatakan tentang jiwa yang diilhamkanNya dengan jalan kejahatan dan ketakwaan.

Sumpah Allah terhadap Alam
Sumpah Allah keatas jiwa kita selaku manusia.
kenapa diletakkan one after another?
emmm..Ada sesuatu untuk kita renungkan disitu.

Alam. taatnya tidak disangkal.
Bilamana matahari muncul pada waktunya
Bilamana bulan menampakkan dirinya pada malam tertentu dalam satu bulan.
Itu lambang taat

Bilamana siang dan malam silih berganti
menurut apa yang diatur oleh Big Boss
itu lambang taat.

Mereka taat 
Islam 
dan tetap Islam
Islamnya mereka tanpa pilihan.
Pemandangan sunset di Conventry. subhanallah! (6/4/2013)


Teringat pula kandungan awal dalam buku Asas-asas Islam, 
tubuh kita juga adalah alam..
mengalirnya darah kita,
berkelipnya mata kita,
dan position setiap anggota badan
semuanya sudah diatur tanpa diberi pilihan
dan teraturnya mereka begitu
cukup tepat dan terbaik
teringat kata-kata usrahmate saya di awal halaqah kami tidak lama dahulu
"cuba bayangkan kalau lubang hidung kita menghadap ke atas, bila hujan mesti masuk air"
lucu! namun lucu yang mengundang seribu pemikiran dan syukur atas aturannya

yang bukan alam adalah jiwa kita
jiwa yang diberi pilihan,
antara kejahatan dan ketakwaan..
pilihlah.. mana yang berkenan di hati,
mana-mana pun..
namun bersedia lah dengan consequences of your choice..
Ada kisah Kaum Samud untuk kita hayati kisahnya di hujung Surah As-Syams itu...
T T

jiwa kita nak memberontak je selalu. haisyy...
tak malu ke dengan pokok2?
tak malu ke dengan burung-burung?
tak malu ke dengan jantung yang berdegup?
mereka taat kot!


Alam dan ketenangan
tengok alam itu menenangkan, bukan?
sebab Alam tiada dosa
sebab Alam itu tasbihnya tidak bernoktah..
baru-baru ni baru bela satu pokok bunga kat dalam bilik,
sukanya..
saya tahu, akan ada hamba Allah yang akan bertasbih 24/7 kat dalam bilik saya kini :)


contohilah alam...
belajarlah daripada tenangnya,
belajarlah daripada taatnya,
belajarlah daripada tasbihnya.
supaya kita belajar memilih antara takwa dan fasik.


...demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya(7)
maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya(8)
sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu)(9)
dan sungguh rugi orang yang mengotorinya (10)

(surah as-syams 91: 7-10)








Thursday, April 11, 2013

sisa tulisan memento usia

lama tak menulis. waa.
tapi setiap kali hendak menulis. terkesima sebentar
selalu fail untuk menjawab soalan "kenapa saya menulis?"
pada detik yg sama, kerja-kerja lain yang ada terus menghimpit kepala.
lantas kadang kala buat diri resort into doing other things.

tapi apa yang membuatkan diri ini kadang kala ingin menulis
adalah apabila melihat blog post lamaku sendiri,
sejujurnya ada yang telah kudelete. banyak kot. haa
tapi blog post lama banyak mengajar
mengajar dari segi mengingatkan diri saya
siapa saya dulu.

ingat lagi,
waktu ku tulis post2 dahulu,
serasaku, diriku sudah cukup matured,
serasaku, diriku sudah besar,
serasaku,
yang muda dariku belum cukup dewasa,
yang tua dariku terlalu tua untuk memahami,
mungkin tidak keterlaluan untuk kukatakan
apa yang berlegar di mindaku
the world centered around my generation,
atau skop yg lebih kecil lg,
centered around me.

bila baca balik post-post itu
aku tergelak sendiri,
diriku yang kusangka dewasa,
diriku yang kusangka matang
sebenarnya penuh jahil
sebenarnya sangat kebudakan-budakan
benarlah, sisa tulisan memento usia.

dan aku pasti,
beberapa tahun lagi,
cycle ini akan kuulangi,
akan ku toleh kebelakang
melihat sisa tulisan
melihat sisa luahan
sisa detik ini,
this exact moment,
lalu ku pasti,
aku akan tergelak lagi..
sungguh, sisa tulisan memento usia.

orang selalu kata "zaman jahiliyah dulu aku begini dan begini".
tapi benarkah itu zaman dahulu?
seingatku,
sewaktu "zaman dahulu" itu aku tak sedar aku di dalamnya.
dan ku pasti akan tiba detiknya
akan kutoleh belakang
dan melihat cerita satu zaman
zaman ini,
zaman perasan sudah tak jahil namanya.

#jahiliyah dalam diri takkan pernah habis. sentiasa ada untuk diperbaiki. sentiasa menuntut taubat. sentiasa menuntut istighfar. sentiasa meminta muhasabah.