"Okay Nana, you have ten minutes to take history. Ask what you need to ask"10 minit itu tempoh masa yang diberi pada kami dalam peperiksaan.
Tapi selalunya saya end up berada di tepi patient selama sekurang-kurangnya 30 minit.
Ya saya tahu.
Saya patutnya mencelah bila pesakit mula bercakap tentang cucu cicit, kisah krismas lepas atau sejarah silamnya yang tak berkaitan.
But how can I have the heart to do that,
when in front of me is a lovely patient who has been living on her own for 20 years. Biarlah saya beri 30 minit saya untuk nenek itu bercerita apa yang telah tersimpan dalam dada dan sisa memori yang ada.
How can I have the heart to do that,
when in front of me is an old lady yang bersinar-sinar matanya bercerita tentang betapa rindunya dia pada evening walk with her late husband. Sambil tersenyum, dia memberitahu saya,
"We would just be enjoying the scenery and walked with no specific destination in mind"
How can I have the heart to do that,
when in front of me is a 94 year old lady who is telling me about her father whom she was really proud of. Sangat comel bila seorang nenek bercerita kisah dia dari memorinya sebagai anak kecil.
Mungkin nanti bila saya punya lebih banyak pesakit, mungkin saya akan lebih berkira-kira dengan masa. Tapi buat masa sekarang, izinkan saya beri lebih masa buat mereka.
This precious moment as medical student.
Bila kamu ada peluang,
dan kamu punya banyak masa.
Bila kamu belum ada accountability in their management,
Lantik lah diri sebagai pendengar.
At least, sekali sekala.
Elderly ward
Peterborough.
No comments:
Post a Comment
Comment